My Trip Adventure in Manado Sulawesi Utara
Dengan sangat hormat saya buatkan perjalanan selama seminggu di manado dengan campur tangan Tuhan yang maha esa bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.
jiiiiaahhh serius amat bacanya sampe dibacain teks proklamasi yaa hahaha :))
ya jadi inilah trip petulangan saya selama di manado.
Tomohon (matani satu) - Airmadidi (desa tumaluntung) - Tomohon - Tompaso (desa langowan).
25 Desember 2015
Di Awali dengan perjalanan gw ke Damri Kayuringin dan tepat jam 6 pagi otw ke Airport Soekarno Hatta Tangerang dengan 1 jam perjalanan saja. Terminal 1C adalah tempat dimana gw harus terbang dengan pesawat Batik Air. Pengalaman pertama buat gw harus naik pesawat terbang. *norak* *bodo amat* :p. Hhmm menyenangkan disertai rasa takut yg luar biasa memang.
Di Awali dengan perjalanan gw ke Damri Kayuringin dan tepat jam 6 pagi otw ke Airport Soekarno Hatta Tangerang dengan 1 jam perjalanan saja. Terminal 1C adalah tempat dimana gw harus terbang dengan pesawat Batik Air. Pengalaman pertama buat gw harus naik pesawat terbang. *norak* *bodo amat* :p. Hhmm menyenangkan disertai rasa takut yg luar biasa memang.
Ini ada beberapa dokumentasi gw selama di pesawat (krna status airplane mode jadi ga bisa aktif sosmed).
2. NONTON FILM " GRAVITY"
Hingga sampailah di Sam Ratulangi Internasional Airport Manado *joget*
Airport ini walaupun internasional tapi kecil ya belok dikit turun dikit sampai. lebih besar bandaraSoekarno Hatta sih memang. Tujuan utama ya ke Tomohon dulu, krna deketnya tempat Sepupu ya disitu.
Puji Tuhan di kasih mabok mual-mual untuk pertama kalinya naik taksi (pada dasarnya emang ngga bisa bau taksi) ke tomohon yang jaraknya 20km (1 setengah jam) dari airport. Gilak!! Kebayang dong nahannya segitu lama dan jauh. Sampai di tempat sepupu, di kasih istirahat full karena mabok itu. Jadi besoknya baru aktifitas.
26 Desember 2015
Faktor jam manado dan jakarta beda 1 jam yang adalah jam manado lebih awal, jadi bangga aja bisa bangun pagi jam 5an menikmati udara segar orang-orang udah beraktifitas yg padahal di jakarta udah jam 6an -_- *krikkrik*. Tidak terlalu menikmati jalan2 sih di tomohon hari ini karena ya faktor masih mabok kemarin itu. Sempet khawatir juga karena susah aktifitas disini secara warung jauh, ojek ga ada, angkot jauh dan jarang ada. Dan hal utama yaitu sinyal android gw Edge. Galau sendiri mau kemana-mana susah. Ketika berdoa, Puji Tuhan malam harinya ada tamu yang ternyata itu adalah Oma Henny Lalamentik (Adik Kandungnya Opa Lalamentik). Entah itu jawaban dari Tuhan atau bukan tapi aku senang bertemu Saudara Kandung dari Opa. Akhirnya oma menawarkan gw untuk tinggal sama oma di Airmadidi. Sepanjang perjalanan turun bukit ke Airmadidi, ternyata Manado bagian Desa mayoritas penduduknya itu rumahnya ya Rumah Panggung Kayu.
Faktor jam manado dan jakarta beda 1 jam yang adalah jam manado lebih awal, jadi bangga aja bisa bangun pagi jam 5an menikmati udara segar orang-orang udah beraktifitas yg padahal di jakarta udah jam 6an -_- *krikkrik*. Tidak terlalu menikmati jalan2 sih di tomohon hari ini karena ya faktor masih mabok kemarin itu. Sempet khawatir juga karena susah aktifitas disini secara warung jauh, ojek ga ada, angkot jauh dan jarang ada. Dan hal utama yaitu sinyal android gw Edge. Galau sendiri mau kemana-mana susah. Ketika berdoa, Puji Tuhan malam harinya ada tamu yang ternyata itu adalah Oma Henny Lalamentik (Adik Kandungnya Opa Lalamentik). Entah itu jawaban dari Tuhan atau bukan tapi aku senang bertemu Saudara Kandung dari Opa. Akhirnya oma menawarkan gw untuk tinggal sama oma di Airmadidi. Sepanjang perjalanan turun bukit ke Airmadidi, ternyata Manado bagian Desa mayoritas penduduknya itu rumahnya ya Rumah Panggung Kayu.
Airmadidi di Desa Tumaluntung Minahasa Utara berposisi di Kaki Gunung Klabat (gunung tertinggi di manado) tempat Oma Henny tinggal juga ternyata rumahnya Rumah Panggung Kayu. Nih.
Bahagia dan speechless bisa tinggal disini. Asyik, menawan, segar, sejuk, nyaman, dan tentunya banyak sinyal disini.
27 Desember 2015
yeay ketemu hari minggu bukan berarti tidak bergereja. Puji Tuhan tempat oma henny 30 langkah ke gereja. Ibadah Minggu pertama dan Minggu terakhir 2015 di GMIM Sion Tumaluntung jam 9 pagi. GMIM itu singkatan dari Gereja Masehi Injil Minahasa. gedung gereja yang megah bertingkat ini membuat semakin mevvah dengan hiasan natal. Terlihat mevvah bukan karena berAC, tapi memang susunan bangku dan altar yg mirip gereja katolik mevvah (bukan katedral) di jekardah. Palungan yang keren dan kreatif menambah nilai plus di mata gw.
yeay ketemu hari minggu bukan berarti tidak bergereja. Puji Tuhan tempat oma henny 30 langkah ke gereja. Ibadah Minggu pertama dan Minggu terakhir 2015 di GMIM Sion Tumaluntung jam 9 pagi. GMIM itu singkatan dari Gereja Masehi Injil Minahasa. gedung gereja yang megah bertingkat ini membuat semakin mevvah dengan hiasan natal. Terlihat mevvah bukan karena berAC, tapi memang susunan bangku dan altar yg mirip gereja katolik mevvah (bukan katedral) di jekardah. Palungan yang keren dan kreatif menambah nilai plus di mata gw.
Aktifitas sesudah gereja ya pasti makan. Belajar banyak masakan disini itu luar biasa asyiknya.
28 Desember 2015
Perjalanan sesungguhnya dimulai ketika jalan sendirian mau ke tompaso. Puji Tuhan komunikasi bersama tante henny (saudara mama ani ida dan teman nyokap gw) berlangsung tepat waktu untuk bisa janjian ketemuan di kota tomohon. Tidak seperti yang gw bayangkan bisa cepat sampe ke tompaso, ternyata 1 jam kesana dan naik bukit pula. Udah khawatir bisa mabok lagi. Untungnya keadaan fisik tidak terlalu cape.
Sampailah di Tompaso (desa langowan) walaupun bersuhu 24°c, tapi dinginnya lebih menggigil kedinginan dari tomohon (desa matani satu) yg bersuhu 22°c dengan udara dingin di waktu malam saja.
Ternyata daerah desa langowan itu rumah ke rumah dijaraki oleh perkebunan tiap-tiap rumah, intinya masing-masing rumah punya kebun. So, kebayang dong dinginnya alami krna kebun bukan karna AC. Sedangkan desa matani satu, jarang ada kebun dan mayoritas rumah-rumah mereka sudah modern jakarta jadi walaupun suhu yg lebih dingin, tapi kealamian dingin ada krna hujan. Perjalanan memang jauh sekali naik ke tompaso, tapi jadi pengen punya rumah disini karna kealamian perkebunan ini. Mevvah memang
.
29 Desember 2015
Setelah semalam di tompaso, pagi hari memutuskan kembali ke tomohon dulu dengan kondisi hujan diantar kakak serani dari mama ani ida untuk prepare ke airmadidi lagi karena barang-barang dan baju semua disana.
Sepanjang perjalanan ke tomohon dengan naik motor menghilangkan rasa mual gw dibanding naik oto (sebut; mobil). melewati banyak bukit kelok-kelok dan jadi banyak tau desa2 salah satunya desa kawangkoan yg terkenal dengan Biapong dan Kacang-kacangan. Banyak tugu bentuk Kacang (yang gwpun ngga sempet foto karna sepanjang jalan gerimis besar), lalu lewat sebuah Goa namanya Goa Jepang Tompaso. Sejarahnya ini :
Gua Jepang Kawangkoan Minahasa ini bekas peninggalan perang dibangun sekitar tahun 1943, sebagai tempat perlindungan tentara Jepang terhadap serangan pasukan Sekutu, serta tempat penyimpanan logistik dan amunisi mereka. Ada tengara dipasang di depan gua yang terlihat berkarat dimakan waktu, dan entah sudah berapa lama tengara ini terabaikan.
Gua Jepang Kawangkoan Minahasa ini bekas peninggalan perang dibangun sekitar tahun 1943, sebagai tempat perlindungan tentara Jepang terhadap serangan pasukan Sekutu, serta tempat penyimpanan logistik dan amunisi mereka. Ada tengara dipasang di depan gua yang terlihat berkarat dimakan waktu, dan entah sudah berapa lama tengara ini terabaikan.
Ketika perjalanan dari tomohon ke airmadidi yg cara mencegahnya adalah dengan makan gohu. Yaa gohu membuat tubuh gw tidak merasakan mual sama sekali. Puji Tuhan gw berhasil hihihi :p
Ada hal menarik ketika bersinggah ke pasar tomohon yaitu makan Miedal.
Dan gw sangat bangga pasar tomohon mayoritas tokonya memutar lagu-lagu rohani yang volumenya bisa di dengar orang dengan jarak jauh 1 kilometer. Terberkati banget. Andai di pasar jekardah lagu-lagu rohani ya dijamin orang-orang bertobat semua hahaha.
Sampailah di airmadidi. karna kaki gw gatel pengen jalan2 terus, akhirnya memutuskan ke manado town square yg letaknya di kota manado. Jadi kami bertiga (gw, clau, meggy) jam setengah 6 berangkat ke kota manado. Saudara gw bilang sih deket, bayangan gw yaa lumayan kalo dari rumah sampai ke grand metropolitan. Ternyataaaakk!!, perjalanan menempuh 2 jam pemirsaahh.. Bukan karna macet tapi karna jauhnya itu lho. Sampai jam setengah 8 dan bioskop sudah full. Jadi hangout aja di mantos. Ternyata mayoritas penduduk kota manado itu mereka lebih asyik naik angkot dibanding harus naik mobil pribadi. Tapi untuk mereka yg penduduk di desa2 yaa lebih mayoritas butuh mobil pribadi, karna langkanya angkot yang masuk pedesaan.
30 Desember 2015
Bangun pagi bagi anak perempuan yang masih gadis itu kewajibannya yaitu ke pasar. Ya rencananya sih jam 6 ke pasar, tapi karena gw masih menganggap jam hp gw itu jam jakarta jadi bangun telat dan jam 8 ke pasarnya *cie gitu*
Pasar yang paling dekat di tempat pemukiman gw yaitu Pasar Kabitan dan Pasar Airmadidi. Kedua pasar ini lucu karena jam bukanya berbeda dengan di jakarta. Kalo di jakarta pasar itu pasti buka setiap hari, tapi kedua pasar ini ada jam bukanya.
Pasar Kabitan = Senin, Rabu, Jumat.
Pasar Airmadidi = Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu.
Lucu menurut gw karena maknanya apa mereka buka beda hari begitu secara jarak kedua pasar itu sangat jauh. Satu di kanan satu di kiri hahaha. Ya karena mengikuti jadwal yang ada jadi gw dan clau pergi ke pasar airmadidi yg 15 menit sampainya dari rumah -_-.
Tujuan utama sampai di pasar adalah smokol nasi kuning + sate B2
Barulah berkeliling melihat keindahan makanan-makanan lezato yaitu Cakalang Fufu, Ikan Roa, Dodol khas manado dll.
31 Desember 2015
ya perjalanan gw berpasiar di manadopun akhirnya telah usai hari ini gw harus balik ke jakarta dengan penerbangan jam 2 siang.
bersyukur dengan segala keindahan manado yang mungkin sebenernya bertujuan lain untuk kesini. tapi dengan campur tangan Tuhan, gw bisa menikmati seluruh keindahan yang harus patut gw lihat bila punya kesempatan ke manado lagi.
ada beberapa foto kenangan bersama keluarga disini dan dokumentasi lainnya ketika perjalanan pulang ke jakarta.
Terima kasih sudah mampir baca perjalanan gw ke manado. maaf bila masih berantakan dalam peletakan foto atau kata-kata yang kurang sedap dibaca. ini hanyalah curahan kebanggaan gw bisa ber'Adventure sejauh manado. God Bless :)
Barulah berkeliling melihat keindahan makanan-makanan lezato yaitu Cakalang Fufu, Ikan Roa, Dodol khas manado dll.
31 Desember 2015
ya perjalanan gw berpasiar di manadopun akhirnya telah usai hari ini gw harus balik ke jakarta dengan penerbangan jam 2 siang.
bersyukur dengan segala keindahan manado yang mungkin sebenernya bertujuan lain untuk kesini. tapi dengan campur tangan Tuhan, gw bisa menikmati seluruh keindahan yang harus patut gw lihat bila punya kesempatan ke manado lagi.
ada beberapa foto kenangan bersama keluarga disini dan dokumentasi lainnya ketika perjalanan pulang ke jakarta.
Terima kasih sudah mampir baca perjalanan gw ke manado. maaf bila masih berantakan dalam peletakan foto atau kata-kata yang kurang sedap dibaca. ini hanyalah curahan kebanggaan gw bisa ber'Adventure sejauh manado. God Bless :)



































